Gabung sekarang dengan d’bc Network & Oriflame dan dapatkan produk GRATIS dengan nilai total Rp.1.127.000,-

Cara Bergabung:

  1. Bergabung menjadi Consultant Oriflame hanya dengan Rp.39.900,-
  2. Lakukan order pertama dan dapatkan potongan harga* senilai Rp.20.000,-
  3. Anda bergabung bersama Oriflame hanya Rp.19.900,- dan mendapatkan Giordani Gold Scarf GRATIS!

*Potongan harga untuk biaya pendaftaran (Rp. 20.000,-) akan diberikan setelah Anda melakukan order BP pertama minimum Rp. 200.000,- selama periode program 27 Februari – 31 Maret 2012.

Anda juga memiliki kesempatan mendapatkan produk-produk Oriflame secara GRATIS dengan mengikuti Giordani Gold Collection Welcome Program, caranya:

  • Welcome Program 1

    Meraih kualifikasi Welcome Program step 1 dengan melakukan akumulasi order pribadi 100 BP (bonus points) selama 30 hari setelah bergabung sebagai Consultant Oriflame dan dapatkan Giordani Gold Bronzing Pearls senilai Rp. 229.000,- GRATIS!

  • Welcome Program 2

    Meraih kualifikasi Welcome Program step 2 dengan melakukan akumulasi order pribadi 100 BP (bonus points) di bulan kedua setelah bergabung sebagai Consultant Oriflame dan dapatkan Giordani Gold Wallet senilai Rp. 249.000,- GRATIS!

  • Welcome Program 3

    Meraih kualifikasi Welcome Program step 3 dengan melakukan akumulasi order pribadi 100 BP (bonus points) di bulan ketiga setelah bergabung sebagai Consultant Oriflame dan dapatkan Giordani Gold Handbag senilai Rp. 649.000,- GRATIS!

    Periode program : 27 Feb 2012 s/d 31 Mar 2012.
    Informasi lengkap, hub :
    Emiliana Aryani
    email : emiliana.aryani@gmail.com
    hp : 0815 8512 5663
    fb : emiliana.aryani@gmail.com
    website : www.info-dbc.com

Prospect - GG Collection

Prospect – GG Collection

Posted by Emil on March 2nd, 2012 No Comments

Ingin Jualan Di Rakuten Indonesia ? Siapkan Modalmu !

Sudah tahu Rakuten ? Mall online terbesar di Jepang ini baru saja menancapkan kakinya di Indonesia. Bekerja sama dengan MNC grup, mereka mulai merekrut pedagang online Indonesia sejak awal tahun 2011 ini.

Kabarnya, di negeri asalnya, Rakuten menghadapi tuduhan monopoli di bidang ecommerce. Tentu menjadi pertanyaan banyak netpreneur Indonesia, apakah hal yg sama akan terjadi juga di sini. Apakah Rakuten akan mampu menggilas supermarket online lokal yang sudah lebih dulu eksis seperti Tokobagus, dinomarket, atau tokopedia ?

Fitur belanja di Rakuten pada dasarnya sama seperti situs belanja online tokopedia atau dunia virtual. Pembeli memesan barang di website Rakuten & melakukan pembayaran, lalu pihak Rakuten akan meminta penjual mengirimkan barang yang dipesan langsung ke pembeli. Setelah barang diterima, barulah pembayaran ditransfer ke pihak penjual.

Yang menjadi keunggulan Rakuten adalah adanya fitur pembayaran menggunakan kartu kredit. Dengan sistem Escrow, Rakuten mengklaim bisa mendeteksi fraud kartu kredit.

Tetapi, ternyata tidak semua pedagang online bisa menjadi merchant di Rakuten. Kalau toko online lokal kebanyakan menggratiskan biaya pembukaan lapak, di Rakuten anda perlu membayar minimal Rp 750000 per bulan untuk membuka kios ukuran kecil, yg bisa memuat sampai 1000 produk. Jika anda ingin mendaftarkan 5000 item, anda perlu membayar Rp 3750000 per bulannya. Dan anda perlu membuat kontrak untuk jangka waktu 1 tahun.  Angka ini tentu sangat besar, jika dibandingkan dgn tokopedia yang gratis, atau dinomarket yang hanya ‘butuh’ Rp 499000 per tahun untuk menjadi verified member. Bahkan juale yang memberikan fasilitas toko dengan domain name sendiri hanya mematok Rp 1 – 5 juta per tahun.  Lalu apa yg akan didapatkan dengan membayar sekian ratus ribu rupiah per bulan di Rakuten ?

Rakuten menyediakan konsultan pribadi untuk tiap merchant, yg kabarnya bertugas membantu memberikan saran untuk peningkatan penjualan merchant tsb. Selain itu, meskipun toko merchant tetap ‘numpang’ sebagai sub domain Rakuten, merchant akan dibantu untuk mendesain tokonya agar terlihat menarik.

Sebenarnya yang menjadi keunggulan Rakuten adalah jaringan MNC yang sudah cukup solid, sehingga iklan Rakuten akan muncul baik di media offline maupun online seperti okezone. Tentu hal ini akan mendatangkan traffic pengunjung yang cukup berarti.

Permasalahannya, traffic yang besar belum berarti jumlah pembeli yang besar juga. Apalagi mengingat biaya pembukaan toko yang perlu dikeluarkan bisa jadi membuat pedagang online menaikkan harga barangnya.

Selain itu, jika di tempat lain kita sudah bisa berjualan online dalam hitungan menit, membuka toko di Rakuten butuh waktu sekitar 1,5 bulan. Waktu yang cukup lama ini dikarenakan Rakuten perlu melakukan screening terhadap barang yang akan dijual. Di sini terlihat kentalnya budaya birokrasi Jepang yang mengutamakan prosedur dan sangat berhati-hati.

Jika anda berjualan barang bermerek dengan embel-embel kw, atau tidak memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh distribusi resmi, lupakan saja keinginan buka lapak di Rakuten. Begitu pula jika anda berjualan makanan, anda perlu memiliki registrasi BPOM. Bisa dilihat bahwa hal ini tentu akan membuat jumlah pedagang di Rakuten akan kalah jauh dibanding ecommerce lokal, yang membuka pintu bagi siapa saja untuk berjualan.

Jadi menurut anda, apakah Rakuten akan mampu juga menjadi “Raja Online” di negeri kita ?

Posted by Emil on April 6th, 2011 No Comments

Persiapan Kelahiran

Persiapan Melahirkan
Akhirnya putra kedua saya lahir. Saya bilang “akhirnya”, karena saya sudah tidak sabar menunggu si kecil lahir.
Dia lahir sehari sebelum deadline 40 minggu, setelah diwanti-wanti dokter, kalau sampai tanggal deadline belum ada tanda-tanda, saya bakal diinduksi.
Kenyataannya, memang saya diinduksi, karena ternyata sehari sebelum deadline, air ketuban sudah pecah duluan. Jadilah saya “menikmati” infus induksi dengan kontraksi yang kata orang lebih sakit dari persalinan normal tanpa induksi.
Putra pertama saya juga lahir dengan proses yang sama, setelah menunggu sehari semalam ternyata pembukaan 2 nggak nambah-nambah. Jadi jujur, saya nggak tahu apakah kontraksi akibat induksi memang lebih sakit. Yang saya tahu, sakitnya melahirkan itu ya sakit banget…
Karena kelahiran yang pertama butuh waktu cukup lama, lebih dari dua hari sebelum akhirnya mbrojol, sebenarnya kali ini saya sudah bikin persiapan kalau-kalau kontraksi mulai datang.
Dulu, setelah merasakan kontraksi 5 menit sekali, saya langsung diantar suami ke rumah sakit. Ternyata masih bukaan 2, dan perjalanan masih sangat panjang…
Padahal, sudah sempat panik dan stress karena jalanan yang macet. Belum sempat mandi dan nggak berminat makan, karena merasakan kontraksi.
Jadi, untuk kali ini saya bikin persiapan batin kalau-kalau kontraksi datang teratur. Saya share di sini, kalau-kalau ada calon mama yang sedang menunggu hari H.
1. Jangan panik. Biasanya kalau kehamilan pertama, begitu ada kontraksi yang teratur, langsung pingin cepat-cepat ke RS. Padahal, kalau bukaannya masih kecil, ke rumah sakit pun akan disuruh pulang dulu. Biasanya masih beberapa jam lagi.
Lagipula, daripada menghabiskan waktu di rumah sakit, lebih nyaman berlama-lama di rumah. Waktu menunggu anak saya yang pertama lahir, di rumah sakit saya malah tambah stress. Penyebabnya, karena ada ibu yang juga akan melahirkan, mulai teriak-teriak karena nggak tahan dengan sakit kontraksi.
Sebenarnya, waktu masih awal pembukaan, sakit kontraksi masih bisa ditahan. Masih bisa ngobrol. Tapi kalau dengar ada yang teriak-teriak kesakitan, ya jadi ikut terasa sakit deh…
2. Selama di rumah, take your time untuk ngecek-ngecek lagi apa yang mesti dibawa ke rumah sakit. Baju ganti, termasuk punya suami. Keperluan bayi, bacaan. Kalau mau ngurus akte kelahiran di rumah sakit, cek juga syarat-syaratnya.
3. Mandi air hangat. Selain biar relaks, kita nggak akan pernah tahu apa proses kelahiran masih lama atau sebentar. Lebih baik bersih-bersih badan dulu. Tapi kalau sudah pecah ketuban, jangan mandi berendam ya…
4. Keramas. Ini juga sama dengan mandi. Biar relaks, dan supaya waktu lahiran kita bisa fokus ke aktivitas mengejan, bukannya mikirin rambut yang lepek karena keringat… Sebenernya sih kalau bisa, creambath dulu kali ya… kan enak tuh dipijetin. Petinju aja kalau mau tanding, dipijetin dulu kan ? he he…
5. Buang air besar. Kedengarannya konyol, tapi penting loh. Daripada dikeluarkan secara paksa alias disedot sama susternya, lebih baik dipersiapkan di rumah. Lebih nyaman kan ?
6. Gunting kuku. Biasanya kalau sudah pembukaan 7 ke atas, sudah mulai rasa sakit yang membuat kita nggak bisa memperkirakan, apa yang akan kita perbuat sama suami atau orang yang menunggui kita.
Bagus kalau cuma meremas tangan, atau marah-marah. Kalau sampai ke cakar mencakar, atau tendang menendang, kasian kan suaminya… makanya kuku kita jangan panjang, untuk jaga-jaga…
7. Makan. Ini penting loh. Yang namanya proses melahirkan itu butuh energi besar. Padahal, semakin intense kontraksi yang kita rasakan, semakin susah untuk makan. Jangan sampai kita kehabisan energi di tengah-tengah mengejan. Kasian kan baby-nya…
Usahakan makan makanan yang bisa jadi sumber energi, bukan cuma ngemil. Tapi jangan kekenyangan ya, ntar malah susah…
8. Minta maaf sama ibu dan suami, atau orang yang mendampingi. Like I said, kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di ruang persalinan. Mungkin prosesnya akan susah, mungkin gampang. Nah, inget-inget bahwa dulu ibu kita juga melalui proses yang sama, jadi nggak ada salahnya kita minta maaf dulu sama ibunda.
Kalau dengan suami, karena kita nggak tahu suami akan kena dampak apa. Mungkin cuma diremas tangannya, tapi mungkin juga dicakar atau ditendang… ha ha…
9. Tidur, or at least relax. Kalau kondisi badan nggak fit, bukannya nggak mungkin di tengah-tengah bukaan, kita merasa nggak tahan dan minta dokter untuk operasi…
Jadi, tenangkan pikiran dan siapkan kondisi badan.
10. Berdoa…

Satu Cinta Lingerie

Akhirnya putra kedua saya lahir. Saya bilang “akhirnya”, karena saya sudah tidak sabar menunggu si kecil lahir. Dia lahir sehari sebelum deadline 40 minggu, setelah diwanti-wanti dokter, kalau sampai tanggal deadline belum ada tanda-tanda, saya bakal diinduksi.

Kenyataannya, memang saya diinduksi, karena ternyata sehari sebelum deadline, air ketuban sudah pecah duluan. Jadilah saya “menikmati” infus induksi dengan kontraksi yang kata orang lebih sakit dari persalinan normal tanpa induksi.

Putra pertama saya juga lahir dengan proses yang sama, setelah menunggu sehari semalam ternyata pembukaan 2 nggak nambah-nambah. Jadi jujur, saya nggak tahu apakah kontraksi akibat induksi memang lebih sakit. Yang saya tahu, sakitnya melahirkan itu ya sakit banget…

Karena kelahiran yang pertama butuh waktu cukup lama, lebih dari dua hari sebelum akhirnya mbrojol, sebenarnya kali ini saya sudah bikin persiapan kalau-kalau kontraksi mulai datang.

Dulu, setelah merasakan kontraksi 5 menit sekali, saya langsung diantar suami ke rumah sakit. Ternyata masih bukaan 2, dan perjalanan masih sangat panjang…  Padahal, sudah sempat panik dan stress karena jalanan yang macet. Belum sempat mandi dan nggak berminat makan, karena merasakan kontraksi.

Jadi, untuk kali ini saya bikin persiapan batin kalau-kalau kontraksi datang teratur. Saya share di sini, kalau-kalau ada calon mama yang sedang menunggu hari H.

1. Jangan panik. Biasanya kalau kehamilan pertama, begitu ada kontraksi yang teratur, langsung pingin cepat-cepat ke RS. Padahal, kalau bukaannya masih kecil, ke rumah sakit pun akan disuruh pulang dulu. Biasanya masih beberapa jam lagi.

Lagipula, daripada menghabiskan waktu di rumah sakit, lebih nyaman berlama-lama di rumah. Waktu menunggu anak saya yang pertama lahir, di rumah sakit saya malah tambah stress. Penyebabnya, karena ada ibu yang juga akan melahirkan, mulai teriak-teriak karena nggak tahan dengan sakit kontraksi.

Sebenarnya, waktu masih awal pembukaan, sakit kontraksi masih bisa ditahan. Masih bisa ngobrol. Tapi kalau dengar ada yang teriak-teriak kesakitan, ya jadi ikut terasa sakit deh…

2. Selama di rumah, take your time untuk ngecek-ngecek lagi apa yang mesti dibawa ke rumah sakit. Baju ganti, termasuk punya suami. Keperluan bayi, bacaan. Kalau mau ngurus akte kelahiran di rumah sakit, cek juga syarat-syaratnya.

3. Mandi air hangat. Selain biar relaks, kita nggak akan pernah tahu apa proses kelahiran masih lama atau sebentar. Lebih baik bersih-bersih badan dulu. Tapi kalau sudah pecah ketuban, jangan mandi berendam ya…

4. Keramas. Ini juga sama dengan mandi. Biar relaks, dan supaya waktu lahiran kita bisa fokus ke aktivitas mengejan, bukannya mikirin rambut yang lepek karena keringat… Sebenernya sih kalau bisa, creambath dulu kali ya… kan enak tuh dipijetin. Petinju aja kalau mau tanding, dipijetin dulu kan ? he he…

5. Buang air besar. Kedengarannya konyol, tapi penting loh. Daripada dikeluarkan secara paksa alias disedot sama susternya, lebih baik dipersiapkan di rumah. Lebih nyaman kan ?

6. Gunting kuku. Biasanya kalau sudah pembukaan 7 ke atas, sudah mulai rasa sakit yang membuat kita nggak bisa memperkirakan, apa yang akan kita perbuat sama suami atau orang yang menunggui kita.

Bagus kalau cuma meremas tangan, atau marah-marah. Kalau sampai ke cakar mencakar, atau tendang menendang, kasian kan suaminya… makanya kuku kita jangan panjang, untuk jaga-jaga…

7. Makan. Ini penting loh. Yang namanya proses melahirkan itu butuh energi besar. Padahal, semakin intense kontraksi yang kita rasakan, semakin susah untuk makan. Jangan sampai kita kehabisan energi di tengah-tengah mengejan. Kasian kan baby-nya…

Usahakan makan makanan yang bisa jadi sumber energi, bukan cuma ngemil. Tapi jangan kekenyangan ya, ntar malah susah…

8. Minta maaf sama ibu dan suami, atau orang yang mendampingi. Like I said, kita nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di ruang persalinan. Mungkin prosesnya akan susah, mungkin gampang. Nah, inget-inget bahwa dulu ibu kita juga melalui proses yang sama, jadi nggak ada salahnya kita minta maaf dulu sama ibunda.

Kalau dengan suami, karena kita nggak tahu suami akan kena dampak apa. Mungkin cuma diremas tangannya, tapi mungkin juga dicakar atau ditendang… ha ha…

9. Tidur, or at least relax. Kalau kondisi badan nggak fit, bukannya nggak mungkin di tengah-tengah bukaan, kita merasa nggak tahan dan minta dokter untuk operasi… Jadi, tenangkan pikiran dan siapkan kondisi badan.

10. Berdoa…

Posted by Emil on August 5th, 2010 No Comments

Hamil & Kaki Pegal

Sekarang, saya lagi hamil nih…
Rencananya, anak saya yang kedua akan lahir bulan depan…

Kalau sudah masuk ke bulan-bulan tua begini, rasanya campur aduk ya…
senang karena sebentar lagi mau ketemu si kecil…
nggak sabar karena kok rasanya sudah lama banget nunggunya…
kaget kalau merasakan tendangan si kecil dari dalam perut yang terasa makin kencang…
susah tidur malam-malam…, mulai sering bangun entah karena lapar atau pingin kebelakang…
apalagi kaki terasa cepat capai… maklum, bawa beban berat kemana-mana…

yang menjengkelkan, biarpun badan gampang capek, ibu hamil nggak boleh sembarangan dipijat…
padahal, sebelum hamil saya tuh hobby sekali pijat refleksi…
sekarang, harus nahan diri… padahal sering banget kaki pegal-pegal…

alhasil, yang sering kena rayuan, ya suami deh…
ayo dong Pa… kasian sama istrimu ini, pijetin dong… dikiiit aja… he he ;)

Untung saya punya produk andalan…
Biar hamil dan kaki agak-agak bengkak, tetep dirawat dong…

overnight

www.oriflame.co.id

Kalau malam, saya rajin pakai Overnight Moisturising Foot Creamnya Oriflame. Bahannya dari ekstrak alpukat. Dipakai malam sebelum tidur, sambil dipijat kakinya sama suami tersayang… kaki jadi halus dan lembab…
apalagi bulan Juni ini, lagi ada harga khusus, cuma Rp 19900 !

Kalau mau perawatan yang lebih lengkap juga ada loh…
Pertama, kaki direndam dulu dengan Relaxing Foot Bath yang mengandung lavender oil, trus pakai Exfoliating Foot Scrub yang mengandung eucalyptus oil. Ini gunanya untuk mengangkat sel kulit mati dan menghaluskan kulit kasar di kaki. Kalau sudah, oleskan Soothing Foot Cream  untuk melembabkan kaki.

www.oriflame.co.id

www.oriflame.co.id

Untuk masalah tumit kasar dan pecah-pecah, ada Heel Relief Cream yang mengandung shea butter dan vitamin B5, efektif melembutkan kulit kering di sekitar tumit. Ada juga Foot Rescue Mask for dry & tired feet. Kalau yang ini mengandung peppermint oil. Bulan Juni ini, harganya cuma Rp 65000 loh !

Lengkap kan ?

Oh ya, saya juga merasa beruntung loh, biar hamil tua begini masih bisa tetap produktif… bisa menjalankan bisnis saya dari rumah, nggak perlu was-was ada apa-apa di jalan…
Enaknya, saya bisa istirahat kapan pun saya mau… nggak ada yang ngomel…
Tapi, tetap menghasilkan dong ! Mau ikut gabung juga ?

model3-468x60

Posted by Emil on June 17th, 2010 No Comments

Bertahan 20 tahun ?

Barusan saya ketemu tulisannya mbak Mia, salah seorang directornya d’BCN.
Tulisannya tentang Ibu Sherly Chenny, yang berhasil jadi seorang Diamond Director 2 tahun lalu. Posting lengkapnya bisa dibaca di sini ya…

Ibu Sherly Chenny ini masuk jadi anggota Oriflame di tahun 1989, dan berhasil jadi Gold Director di tahun 1990. Ini berarti, beliau sudah menjalankan Oriflame selama 21 tahun, dan sudah menikmati jalan-jalan ke luar negeri bersama Oriflame selama 20 tahun… wah…
Yang ada di pikiran saya adalah, kok bisa sih bu Sherly ini betah sekali menjalankan Oriflame selama puluhan tahun ?

Pernah nggak sih anda berpikir untuk mengerjakan satu pekerjaan yang sama atau bertahan di satu perusahaan yang sama selama puluhan tahun ? Kalau ya, kenapa ?

Suami saya adalah seorang PNS, dan dia sudah bekerja di instansi yang sama sejak lulus SMA, jadi saat ini kira-kira sudah 20 tahun-an dia bekerja di tempat yang sama. Ketika saya tanya, mengapa mau bertahan sekian lama, suami saya menjawab : karena pekerjaannya tidak sulit, punya banyak waktu luang untuk keluarga, dan ada kesempatan pergi ke luar negeri.

Ini berlawanan dengan saya, yang hanya betah bertahan kerja paling lama 2 tahun di satu perusahaan, sebelum memutuskan pindah / berhenti. Alasan utama saya suka pindah-pindah kerja (sebelum memutuskan untuk akhirnya be a stay at home mother) : karena nggak puas dengan gaji dan merasa bekerja terlalu berat utk gaji yang hanya sedikit… ha ha !

Lebih dari itu, saya tahu bahwa sebenarnya saya tidak enjoy dengan apa yang saya lakukan. Sementara, suami saya menikmati pekerjaannya sebagai seorang PNS.

Ketika bertemu dengan Oriflame dan d’BC Network, saya tahu bahwa ini adalah jenis pekerjaan yang bisa saya lakukan untuk jangka waktu yang lama. Alasannya, kurang lebih sama dengan alasan mengapa suami saya betah jadi PNS : pekerjaan yang perlu dilakukan tidak sulit, saya bisa mengerjakannya di waktu luang sehingga tidak mengganggu aktivitas saya untuk keluarga, dan yang terpenting : kesempatan untuk jalan-jalan gratis ke luar negeri.

Tunggu dulu… apa yang perlu dilakukan benar-benar tidak sulit ?
Saya nggak akan bohong… saya tidak punya pengalaman sebagai seorang penjual, dan saya juga bukan orang yang pandai mempengaruhi orang lain.
Tapi untungnya… setelah saya banyak bertanya dan membaca blog-blog leader d’BCN, saya tahu bahwa yang perlu dilakukan sebenarnya hanya MENIRU dan menjalankannya.
Maksudnya, kalau saya mempelajari apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang yang sudah lebih dulu sukses di d’BCN, dan melakukan hal-hal yang sama, maka kemungkinan besar, saya juga akan sukses seperti mereka.

Bagaimana caranya mempelajari apa yang dilakukan oleh leader d’BCN ?
Banyak kok caranya… apalagi kita hidup di jaman internet.
Banyak leader d’BCN yang punya tulisan bagus di blognya…
Mbak Nadia — www.jengnad.net
Mbak Erika — www.bisnisbunda.com
Mbak Sharah Saleh Sugarda — www.amotherventure.com
atau leader oriflame yang lain :
Mbak Meuthia Rizki — meuthiarizki.blogspot.com
Nonik — www.kusumadewi.net

Apalagi, leader2 d’BCN selalu terbuka untuk diganggu lewat chatting dan email. Lewat facebook atau YM…
Forum diskusi member area d’BCN juga penuh dengan tips-tips untuk menjalankan bisnis ini dengan maksimal.
Dan tentu saja, bertemu langsung dengan mereka selalu jadi salah satu cara pembelajaran yang baik. Misalnya di acara d’BISTRO atau d’Retro.

Dan… informasi untuk d’BiSTRO kali ini :
d’BISTRO Jakarta
Hari/Tgl : Sabtu 8 Mei 2010
Jam : 14.00 – selesai
Tempat : Ballroom Oriflame Daan Mogot
Jl. Daan Mogot No. 50, Jelambar
Jakarta Barat
Dresscode : Coklat (any kind of chocolate)

d’BISTRO Palembang
Hari/Tgl : Sabtu 8 Mei 2010
Jam : 14.00 – selesai
Tempat : President Room Oriflame Lt. 2
Jl. Letkol Iskandar Palembang
Dresscode samain aja kayak kota kota lain : Coklat (any kind of chocolate)

Untuk kota-kota lain, jadwal menyusul ya…

Posted by Emil on May 4th, 2010 No Comments